BESOK SENIN

Memajukan perekonomian melalui pertanian.

Sebelum Lahir

Asal usul Besok Senin.


Kecil dan Dewasa

Cerita Besok Senin.


Profile Singkat

Biodata Besok Senin.


Karakter

Tentang Besok Senin.

Jakarta, April, 2000.

.

"Sakit banget, Ibu gak kuat, Yah..." Sebuah tangan meremat sprei kasur rumah sakit dengan kuat, mencoba menyalurkan rasa sakit.Hari itu malam Senin, di sebuah rumah sakit yang tidak jauh dari jantung ibu kota, seorang wanita sedang menahan rasa sakit lantaran pembukaan pra melahirkan yang sedang dilalui."Sabar, sayang. Sebentar lagi, ya. Dedek, cepet lahir, ya, biar Ibunya gak sakit lagi," Merasa tidak tega, suaminya hanya bisa menenangkan sambil mengelus perut sang istri.Dokter bilang anak pertamanya akan lahir hari ini. Namun sejak tadi, hanya rasa sakit yang dirasakan oleh ibu istri. Merasa khawatir, pak suami kemudian memanggil suster dan dokter untuk mengecek keadaan istrinya."Wah, ini mah lahirnya besok Senin."Begitulah kata bu dokter sebelum berlalu pergi. Calon Ayah dan Ibu itu hanya bersabar menantikan kelahiran anak pertama mereka, sambil berdoa semoga proses persalinannaya berjalan lancar.π΅π‘–π‘ π‘šπ‘–π‘™π‘™π‘Žβ„Ž..(π‘»π’Šπ’Žπ’† π’”π’Œπ’Šπ’‘).Ternyata benar apa yang dikatakan oleh bu dokter. Pagi itu, tanggal 24 April pukul 04:24 dini hari, sebuah suara tangisan yang telah dinanti akhirnya terdengar, "Owek, owek." hanya dua kali, lalu hening. Kemudian terdengar lagi, "Owek, owek."Pak suami sudah berlinang air mata, ketika melihat seorang bayi lelaki yang kecil berada di gendongan suster. Tangis bayi itu terdengar pelan dan datar, mungkin malas karena lahir di hari Senin. Namun meskipun begitu, suasana haru dan sukacita memenuhi ruang persalinan."Sekarang Bapak silakan ambil air wudhu biar bisa adzan ya."Masih dengan perasaan terharu dan tidak percaya, pak suami akhirnya pergi berwudhu dan mengumandangkan adzan yang begitu merdu.Ibu istri menangis, nenek dan kakek yang mengintip dari pintu ruang persalinan pun ikut menangis. Suster, dokter, segenap nakes yang berada di dalam ruangan juga menangis."Ayah... Masya Allah... Ya Allah... maksudnya adzanin anaknya, bukan adzan di mushola rumah sakit...,"Pagi itu, kedua suami istri menangis haru, menyambut kelahiran anak pertama mereka..(π‘»π’Šπ’Žπ’† π’”π’Œπ’Šπ’‘).Bayi itu diberi nama Senin. Namun, ketika hendak menuliskan nama anaknya di pencatatan sipil, sang Ayah yang kebetulan sedang bertukar telepon dengan sahabatnya menjadi hilang fokus akibat ditanyai soal pekerjaan."Jadi masuk kantor besok nih?""Hooh, besok.""Bener yak besok? Udah ditanyain sama pak bos.""Iya besok. Besok ke kantor.""Oke, besok yak?""Iya besok.""Besok yak bener?""IYA BESOK!! Ngomong sakali lagi urang slepet congorna.""Emng npa gak hari ini we?""Urg bilang Besok ya BESOK!"Karena terlalu emosi dan pusing menghadapi celotehan sahabatnya di telepon, tanpa sadar sang Ayah menuliskan nama Besok Senin di dalam data pencatatan sipil anak pertamanya.Nama: Besok Senin.

Besok Senin tumbuh menjadi sosok yang pemalas. Malas makan, malas mandi, dan kadang malas ngomong. Namun hal itu tidak membuat hubungan Senin dengan keluarganya menjadi buruk.Keluarga Senin bisa dibilang keluarga yang penuh warna. Mulai dari Ibu yang sangat asian parents, sampai Ayah yang sebetulnya takut sama Ibu, tapi selalu melakukan larangannya secara diam-diam."Liat tuh, Selasa, tiap hari nyapuin teras rumah, bersihin sampah sampe tong sampahnya kinclong.""Selasa cita-citanya mau jadi petugas sampah...""Ini anak kalo ngomong!"Sebuah jiwitan gemas mendarat di pipi Senin. Namun Senin tidak melakukan perlawanan. Udah biasa, makanan sehari-hari."Kamu tiap hari main burung mulu gak mandi gak ngapa-ngapain. Bantuin Ibu nih goreng kerupuβ€”AYAH! YA ALLAH ASTAGHFIRULLAH!! Udah Ibu bilang jangan taroh handuk basah di KASUR!!"Begitulah kurang lebih keadaan keluarga Senin. Meskipun hanya diisi oleh tiga orang, rumahnya tidak pernah sepi dan selalu penuh dengan kejutan.Menginjak usia dewasa, Senin menjadi sosok yang cuek. Tidak begitu peduli dengan keadaan sekitar dan hanya melakukan hal yang menurutnya menarik. Salah satunya adalah menonton video petani. Senin ingin punya sawah sendiri dan mengurus serta mengembangkan lahan pertanian di kampung orang tuanya.Ketertarikan Senin berawal dari kunjungannya ke rumah Kakek dan Nenek. Di sana terhampar luas persawahan dengan padi yang hampir matang. Terlihat begitu indah dan menakjubkan di mata Senin.Maka dari itu, ia banyak bertanya kepada Kakek, Nenek, tetangga sekitar, dan pak tani yang ia temui di sawah, hingga ia bisa mengambil kesimpulan bahwa bertani terdengar sangat menyenangkan juga menantang.Tadinya Senin ingin langsung terjun ke sawah setelah lulus SMA. Namun, lagi-lagi ia dijiwit dan diomeli oleh sang Ibu. Katanya, "Yang bener aje, Senin?! Ya Allah pusing kepala Ibu tiap denger ide kamu. Ibu mau kamu lulus kuliah dulu! Kamu liat Selasa, dia keterima di kampus negeri terkenal!"Pasrah, akhirnya Senin menuruti permintaan sang Ibu dan mengambil jurusan Pertanian di IPB. Alhamdulillah lolos ujian masuk. Alhamdulillah lagi, bisa lulus dengan IPK 3,55.Sekarang, Senin sedang mempersiapkan rencananya untuk terjun langsung ke dunia tani. Lebih dari itu, Senin ingin memberdayakan kelompok dan usaha tani yang ada di tempat Kakek dan Neneknya.

ProfilKeterangan
NamaBesok Senin
TTLJakarta, 24 April 2000
PekerjaanQC/QA Staff
MafavTahu
MifavEs Kenapa

DISCLAIMERThis account is not related to Eunseok nor do I have any connection to RIIZE or SM Entertainment. This is just for roleplaying purpose only.


GUIDELINES&. ..... : out of character
" ..... " : in character
πŒπ€π‹π€π’ πŒπ„ππ€ππ†π†π€ππˆ. : writer's note.


FACE CLAIMEunseok (은석) is a South Korean singer under SM Entertainment. He is a member of the boy group RIIZE.

ProfilKeterangan
NameSong Eunseok
Stage NameEunseok
BirthdateMarch 19, 2001
GroupRIIZE